Yang masih punya mertua ataupun orang tua komplit, pernah ngga melihat mereka masih sering bertengkar kecil atau beradu mulut gara-gara suatu hal? Kalau kita beranggapan semakin lama sebuah perkawinan akan semakin adem ayem, rasanya saya kurang sependapat. Walaupun sebuah pernikahan sudah teruji dengan waktu, perbedaan pendapat akan terus terjadi.
Pernikahan adalah menyatukan dua pribadi yang notabene berbeda. Selain dua pribadi juga menyatukan dua keluarga yang bisa jadi mempunyai latar belakang berbeda. Baik itu budaya ataupun agama. Orang Jawa yang sifat dasarnya halus tiba-tiba masuk ke keluarga suku Sumatera yang cenderung keras. Di awal pernikahan pasti akan dibuat terkaget-kaget. Perbedaan cara dan kebiasaan biasanya membuat setiap pasangan harus bekerja ekstra untuk bisa menyesuaikan.
Menurut saya, kunci nya adalah komunikasi, sifat mau mengalah. Mengalah bukan berarti pasrah. Beberapa kasus KDRT yang terjadi biasanya berawal dari egoisme salah satu pihak. Ia menganggap dirinya superior dan tidak menghargai pasangannya. Pemicu nya bisa dari tekanan ekonomi, pasangan tidak setia ataupun tidak puas dalam masalah sex.
Pernikahan adalah proses belajar seumur hidup. Diperlukan komitmen dari kedua belah pihak untuk menjaga keutuhannya sampai maut memisahkan. Apabila komitmen sudah tercipta, masalah seruwet apapun bisa diselesaikan. Cipatakan komunikasi yang sehat, jangan membahas persoalan di saat keduanya sedang dalam keadaan emosi. Carilah suasana tenang dan bicarakan dengan kepala dingin.
Selama masa pernikahan, masalah tidak akan pernah berhenti. Selesai yang satu akan timbul lagi yang lain. Dan itu sudah digariskan oleh Allah SWT. Waktu yang akan menjawab seberapa tangguhnya kita dan pasangan dalam menangkal badai perkawinan. Semakin lama kita akan semakin mengerti sifat pasangan masing-masing. Rasa pengertian ini yang sejatinya kan membuat satu sama lain menjadi saling tergantung. Tidak mudah lho mencari orang yang mau mengerti sifat masing-masing.
Selamat belajar setiap hari. Anggap saja permasalahan hidup adalah setiap chapter yang harus kita pelajari dan selesaikan persoalannya.
Helping women embrace midlife with purpose, balance, and meaningful living.
About Me
Selasa, 16 Mei 2017
Selasa, 11 April 2017
Percayalah, pertolongan Allah begitu dekat
Sebetulnya saya sering sekali mendengar kata-kata di judul itu. Dan saya sangat mengakui kebenarannya. Tetapi peristiwa kemarin itu, membuat saya tidak mungkin lagi mengingkari kebenaran nya. Bahwa pertolongan Allah begitu dekat. Ketika umatnya berada dalam kesulitan, kepada siapa lagi kita memohon pertolongan kalau bukan kepada Allah SWT.
Kesalahan dalam pengelolaan keuangan membuat saya harus berutang yang tentu saja harus dibayar tepat waktu. Inilah kesalahan yang sampai sekarang saya sesali, betapa tidak enaknya hidup dalam keadaan berutang. Pada saat jatuh tempo, perasaan gelisah, cemas dan deg-deg dan takut ditagih. Apalagi kalau pada saat itu kita tidak punya uang untuk membayarnya. Apalagi kalau bukan pasrah pada akhirnya.
Setelah solat dhuha saya berdoa khusyu, Ya Allah ampuni dosa-dosa saya, kejadian ini saya akui adalah akibat dari kesalahan-kesalahan yang saya lakukan. Saya khusyu memohon ampun dan juga mohon diberikan jalan untuk masalah ini. Saya bertekad ingin hidup lebih baik, ingin lebih banyak memberi dan membahagiakan orang-orang sekitar dengan kemampuan saya.
Setelah selesai dhuha entah kekuatan apa yang membuat saya kemudian mengirim WA ke teman kantor dan memohon untuk pinjam uang yang insyaallah akan saya bayar di saat gajian. Kami kemudian mengobrol dan Masha Allah dia memberitahu saya bahwa sebetulnya akan ada bonus untuk karyawan sebesar uang yang saya pinjam tapi akan dibagikan di akhir bulan, tetapi karena saya perlu, yang jatah saya diberikan duluan.
Rasanya mau menangis saya mendengar kabar tsb, sudah tidak ada lagi perasaan ragu di hati saya, bahwa pertolongan Allah begitu dekat. Yang perlu kita lakukan adalah, teruslah berbuat baik, perbuatan yang Allah ridha, adukan semua permasalahan hidup hanya kepada Nya. Jangan berputus asa, jangan berburuk sangka karena Allah sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita.
Kesalahan dalam pengelolaan keuangan membuat saya harus berutang yang tentu saja harus dibayar tepat waktu. Inilah kesalahan yang sampai sekarang saya sesali, betapa tidak enaknya hidup dalam keadaan berutang. Pada saat jatuh tempo, perasaan gelisah, cemas dan deg-deg dan takut ditagih. Apalagi kalau pada saat itu kita tidak punya uang untuk membayarnya. Apalagi kalau bukan pasrah pada akhirnya.
Setelah solat dhuha saya berdoa khusyu, Ya Allah ampuni dosa-dosa saya, kejadian ini saya akui adalah akibat dari kesalahan-kesalahan yang saya lakukan. Saya khusyu memohon ampun dan juga mohon diberikan jalan untuk masalah ini. Saya bertekad ingin hidup lebih baik, ingin lebih banyak memberi dan membahagiakan orang-orang sekitar dengan kemampuan saya.
Setelah selesai dhuha entah kekuatan apa yang membuat saya kemudian mengirim WA ke teman kantor dan memohon untuk pinjam uang yang insyaallah akan saya bayar di saat gajian. Kami kemudian mengobrol dan Masha Allah dia memberitahu saya bahwa sebetulnya akan ada bonus untuk karyawan sebesar uang yang saya pinjam tapi akan dibagikan di akhir bulan, tetapi karena saya perlu, yang jatah saya diberikan duluan.
Rasanya mau menangis saya mendengar kabar tsb, sudah tidak ada lagi perasaan ragu di hati saya, bahwa pertolongan Allah begitu dekat. Yang perlu kita lakukan adalah, teruslah berbuat baik, perbuatan yang Allah ridha, adukan semua permasalahan hidup hanya kepada Nya. Jangan berputus asa, jangan berburuk sangka karena Allah sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita.
Selasa, 28 Maret 2017
Growing Old Happily
Di tulisan kali ini, saya mengambil judul dalam bahasa inggris, entah kenapa hanya kalimat itu yang terlintas di benak saya. Mengapa saya membuat topik itu kali ini? Kemarin siang saya dan ibu mengunjungi seorang kerabat yang sedang sakit. Mereka suami istri yang sudah dikaruniai beberapa cucu. Sang suami menderita stroke sehingga badannya mati sebelah. kakinya diseret kalau berjalan dan bicaranya pun kurang jelas. Karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan, beliau tidak bisa berobat tuntas dan hanya tergolek lemah di kamarnya.
Saya heran, kemana anak-anaknya? apakah mereka tidak tergerak melihat ayahnya menderita begitu? ternyata keadaan mereka pun tak kalah pas-pas annya. Mungkin mereka berfikir wong hidup saya saja susah apalagi harus merawat orang tua. Akhirnya, sang istri lah yang banting tulang ke sana kemari mencari uang yang mungkin hanya cukup untuk hari itu saja. Sepulang dari kunjungan itu, saya membatin, bagaimana kalau hal itu menimpa saya dan suami? Nauzubillah ... saya tidak mau. Saya merasa belum telat untuk mempersiapkan segala sesuatu menjelang masa pensiun saya dan suami, itu pun kalau kami masih diberi umur panjang.
Ada beberapa poin yang menurut saya harus benar-benar dipersiapkan menjelang masa tua kita agar hidup tetap layak dan bahagia:
1. Persiapkan passive income.
Tak dipungkiri, kesulitan ekonomi menjelang masa tua sangat berpengaruh terutama untuk kesehatan. Kondisi badan yang tidak lagi se fit dahulu, memaksa kita untuk tidak terlalu memforsir badan untuk mencari nafkah. Apabila kita sudah mempersiapkan passive income dari sekarang, insyaallah setidaknya bisa mencukupi untuk kebutuhan primer. Apakah itu berupa uang pensiun bagi karyawan, rumah yang dikontrakkan, kost-kost an ataupun hasil dari bisnis misalnya.
2. Anak adalah investasi
Setujukah anda? kalau saya sih sepakat, saya punya tetangga yang mempunyai 5 anak perempuan. Ia dulu bekerja sebagai penjahit. Kerja keras nya luar biasa untuk membuat anak-anaknya sukses. Sekarang, semua anak-anaknya sudah sukses secara karir dan keluarga. Mereka menyuruh ayahnya untuk berhenti bekerja dan bahu membahu membiayai orang tua nya. Bekerja keras di masa muda untuk membuat anak-anak sukses dalam karir dan tanamkan kepada mereka bahwa mengurus orang tua adalah kunci surga, insyaallah.
3. Pelihara kehidupan sosial.
Masa tua yang hanya dihabiskan di rumah saja tanpa beraktifitas yang berarti akan memicu stress yang berkepanjangan. Pelihara lah kehidupan sosial kita, kontak dengan teman-teman seangkatan, membina hubungan baik dengan tetangga dan kerabat, aktif di kegiatan keagamaan, menurut hemat saya akan membuat hidup kita lebih berarti di masa tua.
4. Kembangkan hobi anda.
Hobi kita di masa muda pun sedapat mungkin jangan dihentikan. Apalagi kalau hobi tsb bisa mendatangkan penghasilan. Selain bisa mengisi waktu dengan efektif, pekerjaan yang dilandasi hobi atau passion biasanya membuat seseorang kembali bergairah melakukannya.
Demikian beberapa point pemikiran saya untuk mencapai kehidupan akan datang yang lebih bermakna. Let's growing old happily !
Kamis, 16 Maret 2017
Tekhnik Menghafal Pelajaran Untuk si Buah Hati
Kalau bunda mempunyai anak usia sekolah dasar, pasti mengalami apa yang saya alami, setidaknya untuk anak yang agak-agak susah disuruh menghafal. Anak bungsu saya duduk di kelas 5 SD. Pada saat pengambilan rapot sekolahnya, guru kelas 4 nya sudah wanti-wanti kalau kelas 5 itu pelajaran termasuk rada-rada "heboh" dan ternyata memang betul.
Buku paket nya hampir semua tebal-tebal terutama mata pelajaran IPA dan IPS. Selain karena materinya banyak buku tsb juga dihiasi banyak gambar-gambar. Dan kekhawatiran saya pun terjadi, setiap melihat bab pelajaran yang pembahasannya panjang, anak saya langsung "ngeper", sudah teriak-teriak duluan.
Berbagai cara saya coba dari membujuk sampai sedikit membentak, hasilnya belum terlihat efektif. Akhirnya saya coba cari sumber sana sini dan berikut ada beberapa tips yang bisa bunda praktekkan untuk si buah hati dan akan saya coba juga untuk si bungsu:
1. Mengulang dan mengulang
Ternyata istilah SKS atau Sistem Kebut Semalam kurang efektif untuk anak-anak. Dengan begitu banyaknya materi yang harus dihafal, si anak tidak mungkin bisa mengingatnya dalam waktu singkat. Usahakan untuk "mencicil" materi dan kemudian mengulangnya. Terutama yang berkaitan dengan angka seperti no UU ataupun tahun kejadian.
2. Hafalkan dalam bentuk nyanyian
Semakin sering si anak mendengar, ia akan semakin hafal materi pelajaran tsb. Apalagi kalau disampaikan dalam bentuk nyanyian. Biasanya mereka akan tertarik dan sedikit bergairah untuk menghafal. Walaupun tidak semua materi bisa dihafal dalam bentuk nyanyian, mungkin bunda bisa memili-milih dengan kreatif materinya.
3. Kreatiflah.
Kreatif memang sudah seharusnya di segala bidang termasuk tekhnik menghafal untuk anak-anak. Bunda bisa mencari gambar-gambar pahlawan misalnya dan menempelkan nya di dinding atau buku sehingga si anak bisa hafal nama dan rupa pahlawan Indonesia.
4. Di "visual" kan.
Pada saat menerangkan tentang bahasan macam-macam cermin, saya memperlihatkan contoh sendok untuk cermin cekung dan kaca spion untuk cermin cembung. Cara ini terbukti lebih efektif agar anak semakin hafal dan tidak hanya berupa teori.
5. Buatlah kata kunci.
Dengan membuat kata kunci terutama untuk keterangan yang agak panjang, memudahkan si anak untuk mengingat kembali beberapa definisi yang berkaitan dengan pelajarannya. Pikirkan lah sebuah kata kunci bisa juga anak yang memilih sendiri agar ia semakin bersemangat dalam menghafal.
Begitulah beberapa tips yang bisa bunda praktekkan kepada si buah hati, dengan ketekunan dan kesabaran, insyaallah para buah hati bunda akan semakin semangat dalam menghafal.
Selamat Mencoba !
Buku paket nya hampir semua tebal-tebal terutama mata pelajaran IPA dan IPS. Selain karena materinya banyak buku tsb juga dihiasi banyak gambar-gambar. Dan kekhawatiran saya pun terjadi, setiap melihat bab pelajaran yang pembahasannya panjang, anak saya langsung "ngeper", sudah teriak-teriak duluan.
Berbagai cara saya coba dari membujuk sampai sedikit membentak, hasilnya belum terlihat efektif. Akhirnya saya coba cari sumber sana sini dan berikut ada beberapa tips yang bisa bunda praktekkan untuk si buah hati dan akan saya coba juga untuk si bungsu:
1. Mengulang dan mengulang
Ternyata istilah SKS atau Sistem Kebut Semalam kurang efektif untuk anak-anak. Dengan begitu banyaknya materi yang harus dihafal, si anak tidak mungkin bisa mengingatnya dalam waktu singkat. Usahakan untuk "mencicil" materi dan kemudian mengulangnya. Terutama yang berkaitan dengan angka seperti no UU ataupun tahun kejadian.
2. Hafalkan dalam bentuk nyanyian
Semakin sering si anak mendengar, ia akan semakin hafal materi pelajaran tsb. Apalagi kalau disampaikan dalam bentuk nyanyian. Biasanya mereka akan tertarik dan sedikit bergairah untuk menghafal. Walaupun tidak semua materi bisa dihafal dalam bentuk nyanyian, mungkin bunda bisa memili-milih dengan kreatif materinya.
3. Kreatiflah.
Kreatif memang sudah seharusnya di segala bidang termasuk tekhnik menghafal untuk anak-anak. Bunda bisa mencari gambar-gambar pahlawan misalnya dan menempelkan nya di dinding atau buku sehingga si anak bisa hafal nama dan rupa pahlawan Indonesia.
4. Di "visual" kan.
Pada saat menerangkan tentang bahasan macam-macam cermin, saya memperlihatkan contoh sendok untuk cermin cekung dan kaca spion untuk cermin cembung. Cara ini terbukti lebih efektif agar anak semakin hafal dan tidak hanya berupa teori.
5. Buatlah kata kunci.
Dengan membuat kata kunci terutama untuk keterangan yang agak panjang, memudahkan si anak untuk mengingat kembali beberapa definisi yang berkaitan dengan pelajarannya. Pikirkan lah sebuah kata kunci bisa juga anak yang memilih sendiri agar ia semakin bersemangat dalam menghafal.
Begitulah beberapa tips yang bisa bunda praktekkan kepada si buah hati, dengan ketekunan dan kesabaran, insyaallah para buah hati bunda akan semakin semangat dalam menghafal.
Selamat Mencoba !
Senin, 13 Maret 2017
Tips Membuat Anak Senang Membaca
Tempo hari saya memposting tentang anak saya yang mogok sekolah. Ternyata penyebabnya sudah diketahui, ia tidak cocok dengan guru kelas nya. Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya kepala sekolah menawarkan untuk pindah kelas dengan guru wali yang berbeda. Alhamdulillah sudah tiga hari ini lancar jaya ....
Apakah masalah selesai? ternyata belum sodarah hehe ... di hari pertama masuk kelas baru, dia langsung ulangan salah satu mata pelajaran. PKN alias Pendidikan Kewarganegaraan, materinya lumayan banyak dan perlu dibaca karena memang berisi teori semua. Anak saya yang memaang dari dulu kurang senang membaca terang saja agak-agak "tersiksa" dengan mata pelajaran ini. Bukan hanya PKN, mata pelajaran lain pun seperti IPA, IPS, PLH dll semua bab nya tidak ada yang sedikit dan perlu dihafal berulang-ulang. Jadilah ritual belajar menjadi ajang pertengakaran sengit ... hiiks.
Ternyata memang tidak mudah untuk membuat anak senang membaca, setelah browsing sana sini untuk cari informasi, akhirnya saya sadar memang peran ortu sangatlah penting. Berikut beberapa tips supaya anak senang membaca yang saya rangkum dari berbagai artikel:
1. Biasakan membacakan cerita sebelum tidur.
Di negara maju, bed time story sepertinya sudah menjadi kebiasaan. Membacakan cerita kepada anak terutama cerita yang menarik akan merangsang anak berimajinasi dan kreatif. Ia akan senantiasa penasaran dengan jalan cerita dan kelak akan tertarik untuk membaca cerita-cerita yang lainnya. Tidak perlu waktu lama untuk bercerita, cukup 10 - 15 menit efektif bagi si anak.
2. Akrabkan anak dengan perpustakaan dan toko buku.
Setidaknya satu bulan sekali, ajak anak ke toko buku dan biarkan mereka memilih buku yang disukainya. Kalau budget terbatas, kita boleh memintanya untuk hanya memilih satu atau dua buku saja. Perkenalkan juga dengan perpustakaan dimana kita bisa membaca buku sesukanya dengan suasana yaang cukup hening.
3. Beri contoh.
Anak adalah peniru yang ulung, kalau mereka melihat orang tua nya menjadikan membaca sebagai ritual sehari-hari, mereka pun lambat laun akan meniru. Apalagi kalau di rumah tersedia cukup banyak bahan bacaan yang menyenangkan.
4. Mulai dengan buku yang disukai nya.
Tidak perlu mengharuskan anak membaca buku yang "berat", sesuaikan dengan usianya. Dimulai dengan komik-komik bergambar yang porsinya lebih banyak daripada teks nya. Seiring bertambah usia nya, sediakan buku-buku yang setingkat lebih tinggi.
5. Ciptakan suasana yang menyenangkan.
Membaca dengan konsentrasi memerlukan suasana yang tenang dan menyenangkan. Kalau anak harus menghapal bahan untuk ulangan nya di sekolah, usahakan untuk mematikan TV dan menjauhkannya dari gadget untuk sementara.
6. Beri reward/pujian.
Setelah menyelesaikan 1 buku yang disukainya, tidak ada salahnya anda memberikan reward atau pujian. Bisa berupa hadiah dibelikan 1 buku lagi pilihannya. Rangsang anak untuk menceritakan kembali ringkasan isi buku tsb.
7. Jangan dipaksa.
Siapa sih yang tidak ingin anaknya pintar dan kutu buku? tetapi kita tidak bisa memaksa si anak untuk mau membaca. Tidak masalah apabila mereka ingin terus berulang-ulang membaca satu buku yang itu-itu saja. Pemaksaan akan membuat anak merajuk dan kapok untuk membaca lagi.
Itu beberapa tips yang saya rangkum dari berbagai sumber, saya pun sedang belajar sedikit-sedikit untuk menerapkannya ke pada ke dua anak saya. It's never late for trying.
Semoga bermanfaat !
Apakah masalah selesai? ternyata belum sodarah hehe ... di hari pertama masuk kelas baru, dia langsung ulangan salah satu mata pelajaran. PKN alias Pendidikan Kewarganegaraan, materinya lumayan banyak dan perlu dibaca karena memang berisi teori semua. Anak saya yang memaang dari dulu kurang senang membaca terang saja agak-agak "tersiksa" dengan mata pelajaran ini. Bukan hanya PKN, mata pelajaran lain pun seperti IPA, IPS, PLH dll semua bab nya tidak ada yang sedikit dan perlu dihafal berulang-ulang. Jadilah ritual belajar menjadi ajang pertengakaran sengit ... hiiks.
Ternyata memang tidak mudah untuk membuat anak senang membaca, setelah browsing sana sini untuk cari informasi, akhirnya saya sadar memang peran ortu sangatlah penting. Berikut beberapa tips supaya anak senang membaca yang saya rangkum dari berbagai artikel:
1. Biasakan membacakan cerita sebelum tidur.
Di negara maju, bed time story sepertinya sudah menjadi kebiasaan. Membacakan cerita kepada anak terutama cerita yang menarik akan merangsang anak berimajinasi dan kreatif. Ia akan senantiasa penasaran dengan jalan cerita dan kelak akan tertarik untuk membaca cerita-cerita yang lainnya. Tidak perlu waktu lama untuk bercerita, cukup 10 - 15 menit efektif bagi si anak.
2. Akrabkan anak dengan perpustakaan dan toko buku.
Setidaknya satu bulan sekali, ajak anak ke toko buku dan biarkan mereka memilih buku yang disukainya. Kalau budget terbatas, kita boleh memintanya untuk hanya memilih satu atau dua buku saja. Perkenalkan juga dengan perpustakaan dimana kita bisa membaca buku sesukanya dengan suasana yaang cukup hening.
3. Beri contoh.
Anak adalah peniru yang ulung, kalau mereka melihat orang tua nya menjadikan membaca sebagai ritual sehari-hari, mereka pun lambat laun akan meniru. Apalagi kalau di rumah tersedia cukup banyak bahan bacaan yang menyenangkan.
4. Mulai dengan buku yang disukai nya.
Tidak perlu mengharuskan anak membaca buku yang "berat", sesuaikan dengan usianya. Dimulai dengan komik-komik bergambar yang porsinya lebih banyak daripada teks nya. Seiring bertambah usia nya, sediakan buku-buku yang setingkat lebih tinggi.
5. Ciptakan suasana yang menyenangkan.
Membaca dengan konsentrasi memerlukan suasana yang tenang dan menyenangkan. Kalau anak harus menghapal bahan untuk ulangan nya di sekolah, usahakan untuk mematikan TV dan menjauhkannya dari gadget untuk sementara.
6. Beri reward/pujian.
Setelah menyelesaikan 1 buku yang disukainya, tidak ada salahnya anda memberikan reward atau pujian. Bisa berupa hadiah dibelikan 1 buku lagi pilihannya. Rangsang anak untuk menceritakan kembali ringkasan isi buku tsb.
7. Jangan dipaksa.
Siapa sih yang tidak ingin anaknya pintar dan kutu buku? tetapi kita tidak bisa memaksa si anak untuk mau membaca. Tidak masalah apabila mereka ingin terus berulang-ulang membaca satu buku yang itu-itu saja. Pemaksaan akan membuat anak merajuk dan kapok untuk membaca lagi.
Itu beberapa tips yang saya rangkum dari berbagai sumber, saya pun sedang belajar sedikit-sedikit untuk menerapkannya ke pada ke dua anak saya. It's never late for trying.
Semoga bermanfaat !
Rabu, 22 Februari 2017
Memahami makna dibalik cobaan hidup
Pada saat kita ditimpa cobaan apa pun itu, pertengkaran, kehilangan barang atau seseorang ataupun hal sepele yang membuat perasaan kita tidak enak, seperti anak yang membangkang perintah kita. Kita merasa seolah-olah hanya kita yang susah. Apalagi kalau melihat orang lain sepertinya senang dan gembira nggak ada beban. Seolah kita lah yang paling "menderita" di dunia ini.
Menurut saya itu wajar dan memang fitrah manusia yang sering berkeluh kesah. Tetapi apakah betul Allah pilih-pilih kepada umatnya, siapa yang akan diberi cobaan siapa yang tidak? Ternyata salah. Allah SWT Maha Adil, beliau tahu persis kadar kekuatan manusia untuk menerima satu cobaan. Seseorang diberi cobaan atau musibah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan saya percaya betul bahwa Allah memberi manusia cobaan atau masalah, satu paket dengan jawaban atau solusi nya.
Saya sering mendengar bahwa tidak semata Allah memberi cobaan kepada umatnya kalau itu tidak mengandung makna. Apakah itu teguran, peringatan atau apapun itu nama nya, yang jelas, tugas kita lah untuk selalu berintrospeksi diri ... apa yang salah dengan diri saya? sudahkah hubungan dengan Allah (habluminalloh) saya diperbaiki? solat tepat waktu, puasa, atau menambah amalan-amalan sunat lainnya? Sudahkah hubungan sosial saya (habluminannas) direview lagi? sedekah, hubungan dengan pasangan, orang tua, tetangga ataupun teman?
Sudah tidak diragukan lagi, manusia lah gudangnya kesalahan. Pernahkah ada satu hari kita lewati tanpa berbuat dosa? I don't think so, bahkan cuma kata hati yang berbisik pun misalkan melihat orang lain yang berpakaian aneh, walaupun tidak terucap, kata hati sering berbisik ... ih aneh banget tu orang. Dan itu sering terlontar tanpa kita sadari. Astagfirullohalazim.
Dengan memahami makna apa yang Allah maksud dengan memberi kita cobaan, insyaallah dapat sedikit meringankan beban hati yang sedang galau. Beristigfar tiada henti, mudah-mudahan bisa mengikis dosa-dosa kecil yang tidak disadari. Berdoa sehabis solat wajib dan sunat dengan tetap ber husnuzon kepada Allah swt, serahkan sepenuhnya dan mintalah solusi yang terbaik dari masalah yang sedang kita hadapi. Mohon diberi kekuatan untuk tetap move on dan bertindak menyelesaikan masalah kita. Perbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Pasangan, teman baik, tetangga, anak, mertua siapapun. Dengan ikhlas berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan apapun akan membuat kita ringan melakukan kebaikan tsb. Biarlah Allah SWT yang membalas perbuatan baik kita, kalaupun tidak di dunia insyaallah akan menjadi tabungan di akhirat kelak. Wallohualam
Menurut saya itu wajar dan memang fitrah manusia yang sering berkeluh kesah. Tetapi apakah betul Allah pilih-pilih kepada umatnya, siapa yang akan diberi cobaan siapa yang tidak? Ternyata salah. Allah SWT Maha Adil, beliau tahu persis kadar kekuatan manusia untuk menerima satu cobaan. Seseorang diberi cobaan atau musibah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan saya percaya betul bahwa Allah memberi manusia cobaan atau masalah, satu paket dengan jawaban atau solusi nya.
Saya sering mendengar bahwa tidak semata Allah memberi cobaan kepada umatnya kalau itu tidak mengandung makna. Apakah itu teguran, peringatan atau apapun itu nama nya, yang jelas, tugas kita lah untuk selalu berintrospeksi diri ... apa yang salah dengan diri saya? sudahkah hubungan dengan Allah (habluminalloh) saya diperbaiki? solat tepat waktu, puasa, atau menambah amalan-amalan sunat lainnya? Sudahkah hubungan sosial saya (habluminannas) direview lagi? sedekah, hubungan dengan pasangan, orang tua, tetangga ataupun teman?
Sudah tidak diragukan lagi, manusia lah gudangnya kesalahan. Pernahkah ada satu hari kita lewati tanpa berbuat dosa? I don't think so, bahkan cuma kata hati yang berbisik pun misalkan melihat orang lain yang berpakaian aneh, walaupun tidak terucap, kata hati sering berbisik ... ih aneh banget tu orang. Dan itu sering terlontar tanpa kita sadari. Astagfirullohalazim.
Dengan memahami makna apa yang Allah maksud dengan memberi kita cobaan, insyaallah dapat sedikit meringankan beban hati yang sedang galau. Beristigfar tiada henti, mudah-mudahan bisa mengikis dosa-dosa kecil yang tidak disadari. Berdoa sehabis solat wajib dan sunat dengan tetap ber husnuzon kepada Allah swt, serahkan sepenuhnya dan mintalah solusi yang terbaik dari masalah yang sedang kita hadapi. Mohon diberi kekuatan untuk tetap move on dan bertindak menyelesaikan masalah kita. Perbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Pasangan, teman baik, tetangga, anak, mertua siapapun. Dengan ikhlas berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan apapun akan membuat kita ringan melakukan kebaikan tsb. Biarlah Allah SWT yang membalas perbuatan baik kita, kalaupun tidak di dunia insyaallah akan menjadi tabungan di akhirat kelak. Wallohualam
Senin, 30 Januari 2017
Mengapa anak mogok sekolah?
Jangan ditanya gimana pusingnya saya, dari yang mulai membujuk sampai dipukul kakinya sudah saya lakukan. Konsultasi sudah berkali-kali baik dengan guru maupun psikolog, tetapi penyakitnya kambuh terus. Naik ke kelas 4 saya sudah harap-harap cemas, ternyata kejadiannya berulang lagi. Beruntung guru nya sabar dan mau menasihati anak saya. Naik kelas 5 saya lebih khawatir lagi karena wali kelas nya tegas dan galak. Selain itu, pelajaran kelas 5 sudah mulai berat dan banyak. Sepertinya anak saya mulai kepayahan dengan beban pelajaran dan pr yang menumpuk.
Pagi ini, hari kedua dia mogok sekolah, saya berdiskusi dengan anak saya berdua saja. Apa yang dia mau? selidik punya selidik, sepertinya ia memang kepayahan dengan bahan dan cara pengajaran di kelasnya. Sifat anak saya memang selalu merasa takut duluan sebelum suatu hal terjadi.Pernah ia ditunjuk untuk menjadi pemimpin upacara bendera hari Senin. Pada waktunya ia mogok sekolah karena tidak mau menjadi pusat perhatian. Akhirnya kami membuat perjanjian, ia harus meneruskan sekolahnya sampai selesai kelas 5 setelah itu, kalau dirasa masih berat, ia boleh memilih sekolah lain dan pindah dengan konsekwensi tidak boleh bolos lagi karena sudah kelas 6.
Mom, apabila anda mengalami apa yang saya alami diatas. Please check dulu penyebab anak nggak mau sekolah. Alasannya bisa karena pelajaran yang dirasa terlalu berat, ada intimidasi atau bully dari teman sekolahnya, hubungan dengan guru yang tidak harmonis dll. Setelah kita tahu penyebabnya, silakan selesaikan dan kemudian libatkan anak untuk menentukan bagaimana solusi yang baik. Apabila anak ikut terlibat dalam penyelesaiannya, ia akan konsekwen dengan ucapannya sendiri.
Selamat mencoba !
Langganan:
Postingan (Atom)





